Dampak Kebijakan Fiskal Mengurangi subsidi BBM

Dampak Kebijakan Fiskal Mengurangi subsidi BBM

Apakah kebijakan fiskal mengurangi subsidi BBM baik bagi perekonomian Indonesia untuk periode jangka panjang dan apa dampaknya dalam periode jangka pendek!

Tentu pengurangan subsidi BBM baik untuk perekonomian Indonesia dalam jangka panjang. Seperti pada Pada APBN 2016, subsidi energi dipangkas 57,6% menjadi Rp 121 triliun. Kemudian dialihkan untuk beberapa pos belanja, seperti pendidikan yang naik 28,3% menjadi Rp 424,8 triliun, kesehatan naik 76,6% menjadi Rp 106,1 triliun dan infrastruktur naik 103,4% menjadi Rp 313,5 triliun

Dalam jangka pendek tentu ada dampak dari pengurangan subsidi BBM. Bisa dipastikan dari kebijakan ini, tarik angkutan umum akan naik beriringan dengan naiknya harga bahan bakar minyak. Jika angkutan naik harga barang-barang pokok akan menyesuaikan dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk pembuatan barang dan biaya distribusi barang. Dengan semuanya naik, tentu para karyawan akan menuntut naik gaji, jika perusahaan menuruti permintaan karyawan, bisa dipasti perusahaan akan menaikkan harga jual kepada konsumen. Jika ini terjadi, secara agregat akan terjadi inflasi yang luar biasa sesuai dengan besaran naikknya BBM.

Apa bila perusahaan tidak sanggup untuk menaikan gaji karyawan, tentu perusahaan akan melakukan PHK kepada karyawan, yang mengakibatkan bertambahnya angka pengangguran. Dengan banyaknya pengangguran dan kebutuhan hidup yang terus naik, tentu potensi kriminal akan meningkat. Seseorang jika dalam keadaan perut kosong suatu hal yang tidak mustahil akan melakukan kegiatan kriminal.

Selain itu juga, angka percekcokan dirumah tangga akan meningkat. Hal ini karena kebutuhan yang meningkat, sedangkan suami sebagai kepala keluarga tidak dapat untuk memenuhi kebutuhan tersebut, apa lagi sampai tidak bisa memenuhi kebutuhan mendasar seperti makan. Tentu percekcokan akan terjadi dan saling menyalahkan yang membuat kurangnya keharminisan dalam keluarga.

Belum ada Komentar untuk "Dampak Kebijakan Fiskal Mengurangi subsidi BBM"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel